Profil Singkat :
Doktor bidang Sosiologi Politik ini
lahir di Yogyakarta pada 14 Oktober 1959. Pada tahun 1987 dia mendapatkan
gelar Sarjana Geografi di bidang Kajian Wilayah dari Universitas Gadjah
Mada. Pada tahun 1993, Otto melanjutkan pendidikannya pada program Pasca
Sarjana Sosiologi di Universitas yang sama. Program Doktoral ditempuhnya
pada Pasca Sarjana Sosiologi Universitas Indonesia tahun 2006.
Pengalamannya dibidang hak asasi
manusia dimulai sejak tahun 1989, ketika itu Otto menjadi Direktur Cordova, LSM
di Banda Aceh, melakukan investigasi, advokasi dan
publikasi tentang pelanggaran HAM di
Aceh.
Pada tahun 2000 menjadi Sekretaris di
Komite Independen Monitoring dalam masa Jeda Kemanusiaan dengan
tanggungjawab melakukan investigasi dan penyusunan laporan dalam
perspektif HAM. Otto pernah menjadi relawan pada Human Rights Watch
pada tahun 2001, yang berkantor di New York. Tahun 2003, dia ditunjuk menjadi
Manajer Riset di YAPPIKA dengan tugas melakukan penelitian konflik
vertikal dan horizontal.
Otto pernah membantu Komnas HAM
melakukan monitoring untuk Aceh tahun 2003, kemudian menjadi Direktur Program
di Imparsial; dan menjadi peneliti senior di lembaga tesebut. Salah
satu bukunya berjudul “ Dari Maaf ke Panik Aceh: Sebuah Sketsa Sosiologi
Politikâ€
yang diterbitkan pada tahun 2000 dalam 3 seri; “Suara
dari Poso: Kerusuhan, Konflik dan
Resolusiâ€
diterbitkan oleh YAPPIKA-2003
Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat
dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian,
penelitian, penyuluhan, pamantauan, dan mediasi hak asasi manusiaSitus
resmi lembaga dirasa perlu untuk mempermudah kebutuhan komunikasi serta akses informasi
sebagai jawaban nyata atas akses dan kebutuhan publik secara luas maupun
lembaga itu sendiri.Karena itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa
Tengah akan meluncurkan situs resminya pada Sabtu (15/11/12). Alamat situs
resmi PWNU Jateng adalah “nujateng.com”. Launching bersamaan dengan acara
Halaqoh Regional, Sosialisasi Hasil Munas-Konbes NU dan Pengarahan Rais Am PBNU
KH. Mustofa Bisri [Gus Mus] di Hotel Metro Semarang.“Situs resmi ini nantinya
akan menyajikan berita-berita sosial, budaya, politik, ekonomi, hukum dan
lainnya sebagaimana online news media lainya” papar Wakil Sekretaris
Tanfidziyah PWNU Jateng Nur Shoib, MH selaku penggerak hadirnya situs resmi NU
Jateng di kantor PWNU Jateng Jl. Dr. Cipto 180 Semarang, sehari sebelum launching.Menurutnya,
website nujateng.com juga menjadi wadah berita aktivitas organisasi dan warga
NU. Fokusnya sudah barang tentu akan menayangkan berita-berita aktivitas dan
perkembangan organisasi dan warga NU se-Jawa Tengah.Selain sifatnya yang
informatif, website nujateng.com juga akan menjadi media komunikasi serta
silaturahmi. Dalam web tersedia kolom dialog, forum NU Jateng, media sosial
(medsos) dan lainnya. Media ini penting untuk membangun dialog publik tentang
persoalan keagamaan, ke-NU-an, keorganisasian dan lainnya.Tidak kalah
pentingnya, website ini juga berfungsi sebagai kanal organisasi NU se-Jawa
Tengah. “Jadi persoalan tata usaha dan tata kelola organisasi akan dapat
diakses secara online. Dengan tersedianya konten webmail, persoalan kebutuhan data
yang sifatnya administratif tidak perlu lagi dilakukan secara konvensional.
Prinsipnya mempermudah dan mempercepat.”Pada akhir perbincangan, ia kembali menegaskan “saat sekarang ini NU Jawa Tengah memiliki positioning strategis. Disamping karena basis kekuatan struktural dan kulturalnya yang besar. Sehingga hadirnya media online ini diharapkan bisa menjawab segala kebutuhan publik secara luas maupun warga NU sendiri ihwal perkembangan organisasi dan dinamika warganya dengan cepat,” pungkasnya. [Ceprudin]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar