DIDIK BAYU SAMODRA COPALX

Sabtu, 15 September 2018

samin didik samin 1

Selama ini orang Samin dianggap bodoh. Itu karena kebiasaan pendahulu kami, yang semenjak 1914 tak mau sekolah  dari orang Belanda yang kala itu menjajah bangsa ini,” kata salah seorang tokoh adat Samin Blora, Jawa Tengah, Winarno, saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Selasa Legen, Senin (16/4) di auditorium kampus Sekaran.
 (Zustiyantoro, 2012).
            Kutipan diatas sekilas bisa diartikan bahwa orang Samin besifat acuh terhadap pendidikan. Namun, pengertian pendidikan disini perlu diperjelas bahwa pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan formal (sekolah). Pendidikan formal selama ini memang selalu dijadikan acuan utama untuk menilai seseorang itu berpendidikan atau tidak. Seseorang dikatakan berpendidikan jika berpredikat lulusan sebuah universitas dengan sederetan gelarnnya atau minimal pernah merasakan duduk di bangku sekolah dan mendapat pelajaran dari guru sekolahnya.
             Jika berpijak pada tujuan pendidikan menurut Plato (428-437 SM) yaitu untuk membuat manusia menjadi lebih baik, atau tujuan pendidikan yang diuraikan oleh Driyarkara (2006: 414) bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Maka masyarakat Samin bukanlah masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka secara secara turun-temurun mewarisi ajaran dari nenek moyang mereka dalam menjalani kehidupan. Pendidikan memang bukan hanya bisa diperoleh dari bangku sekolah tapi pendidikan bisa diperoleh dari serangkain pengalaman, lingkungan, teman sebaya, serta kearifan-kearifan lokal yang berupa ajaran moral dll.
            Dalam konsep ajaran Samin (Saminisme) ajaran moral menjadi pijakan utama. Di era global ini nilai-nilai pendidikan pada masyarakat Samin kiranya penting untuk dipelajari sebagai bahan untuk mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan secara teknologis. Menghadapi globalisasi manusia tidak hanya membutuhkan bekal ilmu teknologi ilmu dan pengetahuan yang luas tapi juga harus dibekali sikap yang manusiawi dan moralis. R. Kohar yang merupakan tokoh intelektual dibalik keberadaan masyarakat Samin dengan beberapa pemikiranya bisa jadi sebuah alternatif pilihan ditengah gempuran pemikir-pemikir pendidikan asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar