Oleh: Kelompok 1 Rosita Dwi Ningrum (041411535001), Muhammad Firman Panggayu (0414115350090), Yuni Nur Kholifah (041411535012), Desy Arista (041411535032). “Tanah airku tidak kulupakan | Kan terkenang selama hidupku | Biarpun saya pergi jauh | Tidak kan hilang dari kalbu | Tanah ku yang kucintai | Engkau kuhargai…..” Begitulah sepenggal lirik ciptaan Ibu Suud yang berjudul “Tanah Airku” yang begitu syahdu, membuat kami membayangkan betapa besarnya negeri kami, tanah air tercinta kami yakni Indonesia. Sungguh sebuah karunia Tuhan yang patut kami syukuri dapat terlahir, hidup, menjadi bagian kisah panjang perjalanan Indonesia. Tak henti kami membayangkan betapa luas, kaya, dan besar negara kami saat Pak Adib memutarkan video “Tanah Airku” karya Ibu Suud tersebut. Sungguh, tak ada kata ataupun kalimat yang mampu menggambarkan betapa megahnya Negeri kami. Perjalanan panjang meraih kemerdekaan Indonesia juga terbayang saat video tersebut diputar. Segenap semangat, jiwa, harta rakyat Indonesia persembahkan untuk menemui ujung sebuah perjuangan, kemerdekaan Indonesia. Menjadi kisah perjalanan pembangunan Indonesia, meneruskan perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah harapan pejuang kemerdekaan dulu. Lalu, pantaskah kami mengeluh hanya karena hal-hal sepele? Tidakkah ingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk Indonesia?.
Tak pernah ada kata biasa dan bosan ketika kami kembali bertemu dengan mata kuliah pendidikan kewarganeraan. Hari ini, 10 Juni 2015 puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kami telah dipertemukan kembali dengan Pak Adib dalam mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Hari ini, Pak Adib mengajak kita melihat lebih dekat tentang Indonesia. Apa itu Indonesia? Bagaimana itu Indonesia?. Jawaban dari pertanyaan tersebut kami dapatkan hari ini. Dan sekali lagi, Pak Adib membuat kami jatuh cinta berkali-kali terhadap negeri kita tercinta, Indonesia. Jiwa muda kami, nasionalisme kami seakan membara untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Hari ini, kami pun diajak berpetualang untuk membahas tentang “Ketahanan Nasional” pada sesi awal perkuliahan dan pada sesi kedua perkuliahan kami membahas tentang” Integrasi Nasional”. Continue Reading »
June 4th, 2015 at 9:36 pm
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters
Oleh: Kelompok 1
Rosita Dwi Ningrum (041411535001), Muhammad Firman Panggayu
(041411535009), Akuntansi Yuni Nur Kholifah (041411535012), Desy Arista
(041411535032). Setiap hal yang besar selalu dimulai dari hal yang
kecil. Seperti hari ini, untuk menunjukkan betapa besarnya bangsa
Indonesia kami memulainya dengan melakukan hal kecil dengan mencintainya
melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Kita sering lupa bahwa untuk
menjadi seorang general manager sekalipun kita harus memulainya dengan
hal-hal kecil, seperti disiplin dalam waktu, bertanggung jawab akan
tugas pekerjaan dan lain sebagainya. Seakan kita terlalu silau dengan
kemegahan istana Taj Mahal tapi kita sering lupa bahwa yang membuatnya
indah adalah setiap ornamen yang berkilau di dalamnya. Bahkan layaknya
piramida yang besar dan terlihat megah di dalamnya selalu menyisakan
cerita tentang kerjasama, semangat berkoordinasi, cara mengkomunikasikan
tujuan awal kepada seluruh pekerja piramida hingga menghasilkan
piramida yang megah. Ya, kita sering terlupa dengan hal-hal kecil dan
sederhana seperti itu.
Continue Reading »
June 4th, 2015 at 7:30 pm
Continue Reading »
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters
Oleh Kelompok 5 Ari
Fachruddin (041411535008), Pending Puji Dwi A. (041411535015), Tutut
Apriliana (041411535030), Fatmah (041411535036), It’s the best day
mungkin kami bisa menyebut hari ini Rabu, 3 Juni 2015, hari yang spesial
bagi kelompok kami. Hati tak tenang, hati resah, hati gundah, dan
selalu gelisah. Semua teman-teman mungkin juga ada yang merasakan
seperti kami. Kalian tahu apa yang menyebabkan kami seperti itu, kami
tidak sabar menunggu mata kuliah Kewarganegaraan. Mata kuliah yang paling
dinanti oleh semua mahasiswa. Terakhir kami mengikuti mata kuliah
kewarganegaraan adalah dua bulan yang lalu. Pertemuan terakhir sebelum
melaksanakan Ujian Tengah Semester 2. Kami rasa itu sangat lama karena
kami merindukannya. WE MISS YOU “JARGON-JARGON PENYEMANGAT”.WE MISS
TO SINGING “ INDONESIA RAYA, MENGHENINGKAN CIPTA, AND HYMNE AIRLANGGA”
TOGETHER. I wanna DO them again. They make us more spirit than before. Tidak hanya itu yang kami rindukan, tetapi juga WE MISS YOU “PAK ADIB”. We think if he is the best teacher in this class.
Suatu kebahagian tersendiri kami dapat berjumpa lagi dengan Pak Adib
yang sangat bersemangat. Bahkan karna semangatnya, jika orang yang
tidak mengenalnya tidak akan tahu bahwa beliau adalah kakek dengan 2
cucu. Sangat energic dan penuh dengan aura positif dan penuh dengan
semangat yang berkobar-kobar untuk membangunkan jiwa-jiwa muda yang ada
didepannya. Selain itu, Pak Adib adalah seorang dosen yang selalu
mengajarkan para mahasiswanya untuk selalu tangguh dan tidak pernah
mengeluh dengan keadaan. Walaupun banyak tugas, kita harus lapang dada
dan selalu tersenyum bahagia, tanpa ada beban dalam pikiran. Tidak hanya
itu, dosen yang excellence ini juga selalu mengingatkan tentang 3M
yaitu Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan. Jargon itu selalu
mengingatkan kita untuk menyadarkan hati, mencerdaskan fikiran, dan
mencerahkan jiwa. Continue Reading »
May 19th, 2015 at 10:36 am
Oleh Kelompok 5 Ari
Fachruddin (041411535008), Pending Puji Dwi A. (041411535015), Tutut
Apriliana (041411535030), Fatmah (041411535036), It’s the best day
mungkin kami bisa menyebut hari ini Rabu, 3 Juni 2015, hari yang spesial
bagi kelompok kami. Hati tak tenang, hati resah, hati gundah, dan
selalu gelisah. Semua teman-teman mungkin juga ada yang merasakan
seperti kami. Kalian tahu apa yang menyebabkan kami seperti itu, kami
tidak sabar menunggu mata kuliah Kewarganegaraan. Mata kuliah yang paling
dinanti oleh semua mahasiswa. Terakhir kami mengikuti mata kuliah
kewarganegaraan adalah dua bulan yang lalu. Pertemuan terakhir sebelum
melaksanakan Ujian Tengah Semester 2. Kami rasa itu sangat lama karena
kami merindukannya. WE MISS YOU “JARGON-JARGON PENYEMANGAT”.WE MISS
TO SINGING “ INDONESIA RAYA, MENGHENINGKAN CIPTA, AND HYMNE AIRLANGGA”
TOGETHER. I wanna DO them again. They make us more spirit than before. Tidak hanya itu yang kami rindukan, tetapi juga WE MISS YOU “PAK ADIB”. We think if he is the best teacher in this class.
Suatu kebahagian tersendiri kami dapat berjumpa lagi dengan Pak Adib
yang sangat bersemangat. Bahkan karna semangatnya, jika orang yang
tidak mengenalnya tidak akan tahu bahwa beliau adalah kakek dengan 2
cucu. Sangat energic dan penuh dengan aura positif dan penuh dengan
semangat yang berkobar-kobar untuk membangunkan jiwa-jiwa muda yang ada
didepannya. Selain itu, Pak Adib adalah seorang dosen yang selalu
mengajarkan para mahasiswanya untuk selalu tangguh dan tidak pernah
mengeluh dengan keadaan. Walaupun banyak tugas, kita harus lapang dada
dan selalu tersenyum bahagia, tanpa ada beban dalam pikiran. Tidak hanya
itu, dosen yang excellence ini juga selalu mengingatkan tentang 3M
yaitu Menyadarkan, Mencerdaskan, Mencerahkan. Jargon itu selalu
mengingatkan kita untuk menyadarkan hati, mencerdaskan fikiran, dan
mencerahkan jiwa. Continue Reading »
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters
Oleh Kelompok 1: Ni Putu Putri Yasih (121112146), Anggriawan L.S. (121411133003), Elsyahfira N.A. (071411733007). “…..Sungguh,
betapa bangganya kami berada dan hidup di tanah air tercinta,
Indonesia, ini! Rasa syukur masih meliputi kami hingga doa bersama kami
haturkan sebagai penanda berakhirnya kelas Pendidikan Kewarganegaraan
pada hari ini. Pak Adib tiada hentinya untuk mengingatkan kami selalu
menjaga nama baik pribadi, keluarga, agama, bangsa, dan tentunya negara
demi cita - cita kami. Hari ini adalah hari yang sangat spesial dengan
penutupan sempurna yang sarat dengan semangat jiwa kebangkitan nasional
dan semangat kebangsaan! Indonesia jaya, jayalah Indonesiaku!…..” “Bagaimana
kabarnya pada hari ini?”. Pertanyaan khas nan spesial yang sudah tidak
asing lagi bagi penghuni kelas W.R. Supratman serta-merta membuka awal
pertemuan pada pagi hari ini. Gayung bersambut, seantero kelas pun
secara otomatis kompak menjawab, “Luar biasa excellent!”. Yap,
jawaban atas pertanyaan khas dari Bapak Adib tersebut seolah sudah
terpatri dalam benak kami selaku peserta mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan. Oleh karena itu, tanpa ba-bi-bu dan komando lebih
lanjut kami pun menjawab pertanyaan tersebut dengan tidak kalah semangat
dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Adib. Alunan Cinta untuk Indonesia Continue Reading »
May 6th, 2015 at 3:18 pm
Posted by Mohammad Adib in Budaya Korporat
Balada
Negeri Tirta dan Biduk Bintang Ukur Oleh Kelompok 4 Basyarul Aziz
(071211733022), Nurul Aini (071211732043), Moh. Rizal A.(071211732038)
Erlindawati (071211731079). “……Indah dan penuh berkah
di senja ini bertemu dengan pembimbing dari penduduk Korporat, Bapak H.
Moh. Adib. Beliau hadir di Kelas Budaya Korporat selalu lebih awal dan
selalu memberikan moodboosters musik yang classy dan juga classic,
musiknya memang meningkatkan keinginan untuk bisa semangat dalam
menuntut ilmu. Beliau menanamkan metode belajar yang berbeda daripada
yang lain karena selalu meningkatan minat dan antusias dari mahasiswa
untuk mengikuti mata kuliah Budaya Korporat dan mata kuliah yang beliau
bimbing. Beliau sering mengajarkan yang tidak biasa di kelas. Betapa
senangnya menanti beliau setiap minggu untuk mendapatkan sesuatu itu
setiap minggunya. Dan sebelum penerbangan SOA366 dimulai beliau meminta
agar para penumpang selalu meningkatkan keamanannya dan memperhatikan
dan selalu berdoa terlebih dahulu agar penerbangan dalam menuntut ilmu
penuh dengan berkah dan selalu bersyukur atas kesehatan yang diberikan
oleh Allah.”1. BALADA NEGERI TIRTA DAN BIDUK BINTANG UKUR Continue Reading »
May 5th, 2015 at 6:37 am
Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters
Berjuang Bersama Rakyat untuk Indonesia yang Lebih Kuat! Oleh
Kelompok 1: Ni Putu Putri Yasih (121112146), Anggriawan Laras S.
(121411133003), Elsyahfira N.A. (071411733007). “……Selanjutnya, sesi
yang ditunggu - tunggu, yakni sesi pencerahan yang juga disebut oleh Pak
Adib sendiri sebagai sesi umpan balik (feedback). Pak Adib
memberikan kami pencerahan yang mana beliau kembali mengingatkan kami
pada 2 Mei lalu yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional
(Hardiknas). Melalui pesan aplikasi WhatsApp yang beliau
tampilkan di layar proyektor kelas, yang mana menunjukkan salah satu
surat dari salah satu akademisi Indonesia yang menyarankan kepada
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali memasukkan pelajaran
atau mataka kuliah terkait dengan sejarah nasional Indonesia,
ekonomi-politik, ideologi Pancasila, ekonomi kerakyatan, moral-etika,
budaya nusantara, dan bela negara, dalam rangka sebagai upaya penguatan
karakter Pancasila bagi para generasi muda di tengah gempuran
globalisasi yang juga ditandai dengan semakin mudahnya nilai-nilai yang
berasal dari luar yang mana rata-rata kebudayaan dari luar tersebut
dinilai kurang sesuai dengan kepribadian bangsa, yakni kepribadian
Pancasila. Melalui penjelasan tersebut, tampak begitu kuatnya
pencerahan dari Pak Adib kepada kami sehingga kami lebih bersemangat dan
sadar dalam mengoptimalkan peran kami sebagai mahasiswa Universitas
Airlangga yang cerdas dan bermoral mulia. Pencerahan yang bermula pada
menunjukkan gambar-gambar betapa sebuah perjuangan saudara se-tanah air
kita untuk bisa sampai di sekolahnya dengan diharuskan (tidak bisa
tidak) untuk melewati jembatan maut! Tentu saja maut, jembatan yang
tidak lagi tampak seperti jembatan namun lebih tampak seperti wahana uji
adrenalin! Miris melihat kenyataan yang harus dihadapi saudara se-tanah
air kita tersebut. Niat dari hati untuk mengenyam pendidikan terlebih
dahulu diawali dengan harus melewati jembatan maut. Melihat semangat
mereka yang tidak luntur begitu saja untuk ke sekolah meski harus
bertaruh nyawa menyeberang jembatan menjadi tamparan tersendiri bagi
kami yang tidak perlu bersusah-susah melewati medan yang berat untuk
bisa sampai ke kampus. Kelas pada pertemuan ke-9 yang isitimewa ini
ditutup sempurna dengan doa dan tentunya tidak lupa dengan oleh-oleh
semangat baru yang luar biasa!….” “…….Presenter menyampaikan bahwasannya
unsur ketahanan nasional yakni singkatnya disebut dengan asta-gatra.
Jujur saja, saat pertama kali mendengar kata ‘asta-gatra’, seketika
yang terlintas dalam benak saya, “Wah, lucunya namanya!”. Mungkin respon
saya terkesan aneh atau bahkan lebih cenderung mengarah pada ndeso. Maklum
saja, kata ‘asta-gatra’ ini memang murni baru saya dengar pada
kesempatan kali ini. Dalam benak anda sekalian mungkin terlontar
kalimat, “Waduh, kok baru sekarang tahunya? Kemarin-kemarin kemana saja?”.
Hehehe, kalau tidak dibahas dalam presentasi hari ini bisa jadi malah
seumur hidup saya tidak akan pernah tahu mengenai kata ajaib, si
‘asta-gatra’ ini. Oleh karenanya, bersyukurlah pada hari ini dapat
menghadiri pertemuan ke-9 dalam mata kuliah excellent, yakni
Pendidikan Kewarganegaraan, sehingga dapat berkenalan dengan si
‘asta-gatra’ ini atau secara umum disebut sebagai unsur ketahanan
nasional ini.” 1. Berjuang Bersama Rakyat untuk Indonesia yang Lebih Kuat. 2. Nilai Narasi KELOMPOK ke-I, II, III, IV, V, dan VI Tannas - GENAP(2014-2015)_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN_KELAS_A-1.7 Continue Reading »
April 30th, 2015 at 9:49 pm
Posted by Mohammad Adib in Islamics Economy, Philosophy
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus para Rasul, menurunkan al-Qur-an, membuat syari’at, menetapkan hukum, dan menjelaskan halal dan haram kepada hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi bahwasa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم), keluarganya dan para Sahabatnya.
Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]Posted by Mohammad Adib in Jatidiri and Characters
Oleh:
Kelompok 1 Ni Putu Putri Yasih (121112146), Anggriawan Laras S.
(121411133003), Elsyahfira N.A. (071411733007). Cuaca pada pagi hari ini
yang terbilang dingin tidak lantas membekukan semangat kami untuk
berangkat kuliah. Semangat kami yang membara untuk mengikuti perkuliahan
mampu mengalahkan suhu dingin pada pagi ini. Ini adalah pertemuan
pertama di mata kuliah Kewarganegaraan setelah kami, para mahasiswa,
berhasil melalui masa-masa UTS (Ujian Tengah Semester) yang berlangsung
selama dua minggu dengan baik. Pertemuan pertama namun juga merupakan
pertemuan terakhir di April yang mana selama masa satu bulan tersebut
cukup untuk setiap minggunya memberikan masing-masing dari kita sebuah
pengalaman baru yang nantinya akan lebih mempersiapkan kita untuk
kemudian menghadapi bulan berikutnya, yakni Mei. Selalu ada tantangan
terbaru di setiap harinya. Tantangan terbaru tersebut tidak melulu
berupa suatu hal yang besar saja, hal yang sepele pun juga dapat
dihitung sebagai tantangan. Seperti halnya pada pagi hari ini, terlihat
pada beberapa mahasiswa dengan raut muka yang seolah menunjukkan bahwa,
‘Saya belum siap untuk kuliah’ atau bisa jadi lebih ekstrem lagi yaitu ‘I hate Monday!’.
Ya, begitulah manusia. Tidakkah seharusnya kita bersyukur bahwa kita
masih diberi kesempatan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk kembali menjalani
kehidupan, kembali merasakan bebasnya menghirup udara segar, pada awal
minggu yang bagi sebagian orang dianggap sebagai hari yang melelahkan
dan menjenuhkan setelah sehari sebelumnya selama 24 jam penuh diisi
dengan kegiatan yang sarat akan hiburan? 1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar