Rabu, 15 Juli 2015
MEKANISME
sulitnya melakukan mekanisme pelaporan berkaitan dengan pelanggaran
etika oknum sarekat desa maupun PNS, soal arogansi kekuasaan , menag
menangan , soal penyerobotan dana bantuan dan ADD desa desa terutama
yang terpencil, Kompasiana adalah alternatif saya menyampaikan
citicen news dan pelopor pembaharuan , saya harap kik andi mau memanggil
saya untuk menerangkan betapa bobroknya sistem pemilihan sarekat dan
kepala desa , yang menggunakan dana yang sangat tidak sedikit , bahkan
di wilayah puncak wangi ada yang habis dana sampai empat miltard
rupiah, saya hanya bisa melaporkan apa yang saya lihat dan saya
lakukan ini sebagai laporan harian dengan harapan kompas berkenan
mengakomodir dan memback up bila suatu saat terjadi kekerasan dan
teror kepada saya , sebab saya sangat bertanggung jawab dengan apa yang
saya laporkan adalah benar benar terjadi di desa , sebab kalau saya
melamar menjadi wartawan saya tentu terlalu tua dan kesulitan secara
finansial, kepada redaktur yang menyediakan forum penyampaian uneg uneg
ini saya sampaikan terimakasih untuk diteruskan berkaitan dengan kasus
-kasus yang mencuat dibawah untuk di baca pembaca, terutama tentang
tindak sewenang wenangan oknum polisi dimana saja berada saya kira sah
dilaporkan melalui rubriik pembaca seperti ini sebagi saksi dan bukti
seharusnya polisi tak perlu marah dan rahaisa rahasiaan sebab undang
undang IT hanya memberangus kebebasan Perss,lsehingga peristiwa apapun
bisa langsung di terjuni , dibaca, diteliti, diproses polres sendiri, atau instansi yang berkepentingan memback up, sebab tanpa begini tentu saya sangat kesulitan. ..karena apalagi. Sekarang mekanisme pelaporan saya tentang PP53/2005 tentang etika dan kedisiplinan PNS juga di back up dan di tutup tutupi oleh SKPD SKPD, bahkan BUPATI..maka adanya.
Media Warga adalah berkah bagi kamu untuk mengusulkan , melaporkan ,
mempublikasikan program program pembangunan , atau kasusu kiasus
kemasyarakatan dan Setiap berita/opini di Kompasiana adaalah bebas
ditelisik kalau ada ketifdak benaran berita yang saya sampaikan saya
mau dituntut secara hukum yang murah dan adil, bukan kok yang duite
banyak , jabatannya tinggi korupsi bebas, nyolong bojone wong bebas,
ngrampok bebas , membunuh orang bebas tidak di proses , tentu kalau hal
ini tidak menimpa kami benar benar m, tentu kami tak bisa mmelaporkan
beberapa saksi dan tersangkanya too dan boleh dengan o0psi kalau isi
berita menjadi tanggung jawab Kompasianer oke(anggota Kompasiana) yang
menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan
akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianern, tetapi kalau
informasi kami benar ya kompas harus berani membackupnya , sukur
membantu bantuan hukum yang kiranya menjerat kami sebagai informan
reporter tanpa gajian , volunter dan menginformasikan hal hal yang
benar benar terjadi dan kami alami , kami bukan penghalang kemajuan
bangsa , kami hanyalah membantu sekiranya segala sesuatu menjadi
lancar dit dik sein ,.com.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar