Ketika pertama masuk ke kegelapan, aku ketakutan. Tak ada yang tahu. Iblis pun kubohongi. Semua kubungkus dengan kebengisan. Layaknya iblis dari cerita kematian.
Dalam gelap itu, kepadaku pekat berhamba. Dibawakannya aku sepi. Disajikannya amis darah. Dilumurinya hatiku dengan lendir kental. Kuhirup lembab sepanjang waktu. Aku pun menjadi raja kegelapan.
Itu dulu, Des....
Kala kedigdayaanku menggema. Penuh gelombang kesombongan. Amplitudonya merontokkan tulang-tulang kemunafikan.
Itu dulu, Des...
Kala sarenade pilu tak pernah lepas di gendang telingaku. Setiap waktu. Mengiring barisan keranda di ruang kematian rasa.
Kini tidak, Des..
Setelah kutemukan kau di sudut sepi. Merunduk. Rambut menjuntai. Mata bengis kepenuhan sepi. Bibir merah terbuka, bersapa lekuk garis bangir pesonamu.
IbIis memang nakal, Des...diputarnya jarum waktu. Untuk aku menjungkit sigap belatimu.
Ha ha ha !
Berkelebatlah sejuta kunang-kunang neraka di garis tengah belatimu. Menghidupkan cahaya. Menelanjangi mata pesonamu, yang coba kau sembunyikan di balik gerai rambut kelam mu !
Demi jasad-jasad terkubur
Demi arwah-arwah terduduk di batu nisan
Aku katakan
Saat itulah aku jatuh cinta padamu, Des...
Sebuah tamparan yang dulu paling kubenci. Membuatku terjengkang dari tahta kesombongan.
Memapahku pada kedunguan paling banal.
Saat itulah
kulihat kau tersenyum. Bengis. Sebuah wujud kemunafikan keperempuanan merindu. Meluluhlantakan kerak anyir bengalku.
Des...
Rauplah kedunguanku. Sebuasmu. Senada panggilan hatimu. Bawalah ke dalam defenisi neraka mu.
Ini ! Kuberikan belatimu tepat di dadaku. Dan, kunyalakan api mu di sekujur kulitku.
Hujamkan ! Bakar !
Sekarang, Des...Sekarang !
Seperti kemarin kau pinta pada iblis.
Bawa aku ke nerakamu!
Disitulah, Des..
Kelak istana kita. Tempat rindu-dendam bercumbu dalam keabadian.
------
Baca rangkaian fiksi terdahulu ;
- Puisi untuk Desol
- Bunuh Aku, Pebrianov!
- Kubunuh Kau dengan Kelelakianku, Desol!
- Rintih-rintih Palsu Pebrianov
- Kunikmati Kemunafikkan Keperempuananmu, Desol!
- Pebrianov, Pejantan Basi!
- Janji Kematianku pada Desol!
- Pebrianov, Mati!
- Kutemani Kau Bermimpi Menghujamku, Desol!
- Lihatlah Dirimu, Pebrianov!
- Bening Kristal untuk Desol
- Merindu Pebrianov
- Melumat Kebencian Semu Desol
- Kunikmati Kedunguanmu Pebrianov
Pebrianov
/pebrianov
TERVERIFIKASI (HIJAU) Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun demikian jangan mengambil yang menjadi milik Tuhan, dan berikanlah yang menjadi hak kaisar. Celeguk !Selengkapnya...
KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ? 30
Hsu
Menarik
Y_Airy
Menarik
Putri Apriani
Menarik
Heidy Sengkey
Inspiratif
Haris Fauzi
Inspiratif
Biyanca Kenlim
Menarik
Christian Kelvianto
Menarik
Neinjelen Loch
Menarik
TOTAL KOMENTAR : 40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar