Sebagai warga kota, bolehlah saya ikutan bersuara menanggapi ajakan
Kompasiana bersama Kemen PUPR untuk berkompetisi menulis mengenai
kebutuhan ruang publik.
Artikel ini saya tulis, bukan terutama
untuk berkompetisi, namun hanya sekedar bersuara, karena saya berasumsi
jika ikut menulis di ajang ini, pemerintah sebagai pihak yang berwenang
pasti membacanya.
Yang di kompetisikan adalah kebutuhan ruang
publik, berarti ruang untuk kepentingan saya dan teman-teman warga kota.
Maka sebagai warga kota, saya ingin mengemukakan apa yang saya rasa
sangat kami butuhkan.
Apakah itu? Sebenarnya sederhana saja.
1.
Trotoar atau Pedestrian yang nyaman dan aman. Mengapa? Supaya warga
kota, teransang untuk berjalan kaki, sehingga menjadi lebih sehat,
menghemat biaya transpor dan turut mengurangi polusi, jika kendaraannya
diparkir di rumah.
2. Taman yang nyaman dan indah. Mengapa?
Supaya jika warga sudah penat berjalan bisa beristirahat sejenak,
menjadi tempat pertemuan sesama teman, juga menjadi tempat bermain
anak-anak dan sekaligus menjadi paru-paru kota.
3. Tempat makan
yang enak, sehat dan layak di tempat-tempat strategis, namun bertarif
kaki lima. Mengapa? Karena pedagang makanan emperan dan kaki lima sudah
pada digusur, lalu tidak ada penggantinya. Banyak rumah makan tapi
sayang, tarifnya tidak terjangkau oleh para pelanggan warung kaki lima
yang sudah tergusur.
Dengan koordinasi dan pembinaan yang baik,
kepada para pedagang makanan, mutu dan kebersihan bisa lebih terjamin.
Konsumen sehat, imbasnya biaya BPJS menurun. Para pedagang pun tidak
kehilangan mata pencahariannya.
4. Tempat parkir bertarif murah.
Mengapa? Supaya warga bisa memarkir kendaraannya, sebelum melanjutkan
perjalanan dengan kendaraan umum. Tarif murah supaya tidak membebani,
walau harus parkir berjam-jam. Hal ini bermanfaat mengurangi kemacetan,
menghemat BBM dan mengurangi polusi udara.
5. Toilet umum yang
bersih dan manusiawi. Jangan ada toilet, tetapi tidak ada air. Di jalan
raya di Kebayoran Baru, selokan dan kali sering menjadi sasaran
tempat..., terutama pada subuh dan malam hari, ketika daerah sekitar
masih atau sudah sepi. Ini hanya sebuah contoh, boleh telusuri
tempat-tempat yang lain.
Inilah suara hati dan pengamatan
seorang warga kota, semoga berkenan dan menjadi perhatian, untuk segera
dilaksanakan. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar