sukses bisnis
FWD Life Insurance bekerjasama dengan dreamlab dan kompas.com membuat sebuah acara bertajuk kopi darat (kopdar) bebas berbagi di
café kopi tiam, Senayan Jakarta pada 19 September 2015. Dalam
kesempatan acara itu diadakan sebuah talk show terkait bisnis dan
passion. Dalam membangun sebuah bisnis kunci kesuksesan utama yaitu
adanya passion dan investor.
Berdalih kepada kunci sukses bisnis
maka talk show yang diadakan selama kurang lebih tiga jam tersebut
menghadirkan pembicara dalam talkshow tersebut, antara lain yaitu Deddi
Dahlan selaku CEO Passionpreneur Academy, Paul Setio Kartono selaku CFO
FWD Life, Dolli Lesmana selaku CEO DreamLab, dan Indra Uno selaku
komisaris PT. Seratoga Investama Sedaya.
Deddi menjelaskan,
Passion adalah dorongan dari dalam untuk melakukan sesuatu, hingga
melakukan sesuatu itu menjadi kenyataan. “Passion adalah kebebasan,”
ujar pendiri Passion Preneur Academy yang terletak di Bandung.
Passion
setiap orang berbeda dengan yang lainnya, passion haruslah membuat
sebuah terobosan baru dengan menggebrak posisi aman seseorang, sehingga
menaklukkan sebuah mimpinya untuk bisa menjadi seseorang yang sukses
dengan passion yang dimilikiDeddi melanjutkan dengan memberikan sebuah
contoh seseorang yang memiliki passion dengan membuat video tentang
dirinya bermain game, dan ini memberikan penghasilan yang sungguh luar
biasa.
Ada lagi sebuah contoh terdekat dari Bandung, yaitu
seorang tukang bubur bisa menghasilkan omzet yang laur biasa
menakjubkan. Dan bahkan selalu dinanti rasa dan kehadirannya oleh warga
Bandung. Itu membuktikan bahwa passion itu sederhana namun dengan sebuah
inovasi maka akan berdampak pada hasil yang luar biasa. Pada
passionpreneur Academy, seseorang diajarkan bagaimana mengenali passion
dan memaksimalkan passion yang terdapat dalam diri seseorang tersebut.
Dalam pengembangan passion itu kunci utama yaitu terletak pada nyali seseorang untuk melakukannya, bukan modal
yang lebih diutamakan. Dalam penjelasan lanjutannya Deddi memberikan
sebuah perbedaan mendasar antara hobi dengan passion. Passion lahir dari
keinginan kuat untuk melakukannya. “passion ibarat kebelet pipis untuk
bisa segera dikeluarkan,” pungkas Deddi.
Pada kesempatan yang
sama, telah hadir pula para finalis passionpreneur tahun lalu yaitu
Leonara Adelia (Adel), dan Yuka Herlanda (Yuka) yang juga membagikan
sebuah pesan tentang passion yang dimilikinya sehingga bisa menghasilkan
uang. Adel menjelaskan bahwa bisnis yang dijalankan pada awalnya
bermula dari hobinya yang suka jalan-jalan yang akhirnya bisa menjadikan
sebuah bisnis baginya. Sedangkan Yuka menjelaskan bisnisnya diawali
dengan kesulitan dirinya menemukan sepatu basket untuk dirinya, sehingga
mencari cara untuk membuat bisnis sepatu merk Brodo. Mereka berdua
membagikan sebuah passion yang perlu diperjuangkan untuk menjalankan
bisnis. Mereka berdua juga menjelaskan di passionpreneur academy juga
diajarkan bagaimana mengelola bisnis, memanage keuangan hingga mencari
peluang pengembangan bisnis yang dijalani.
Dalam menjalankan
sebuah bisnis yang mumpuni dipelukan adanya sustainability dan
originality. Inilah syarat berbisnis yang utama. Dalam bisnis tidak
diperlukan menjadi pengekor. Artinya, saat orang jual bakso kita juga
jual bakso. Begitulah pengandaiannya.
Disaat kesempatan yang
sama Paul menjelaskan tentang memanajemen keuangan dalam bisnis. Paul
lebih mengedepankan bahwa uang bukanlah hal yang lebih penting, tapi
diperlukan pula adanya uang. Hal ini berarti bahwa uang diperlukan dari
adanya investor untuk membangun sebuah bisnis.
Paul memberikan pencerahan kepada peserta kopdar berbagi dengan tips manajemen keuangan yaitu
>>
bahwa dalam sebuah bisnis, keuangan tidak boleh bercampur antara
keuangan bisnis dengan keuangan pribadi, meskipun hanya satu rupiah
saja.
>> Pengecekan secara berkala antara pemasukan dan pengeluaran.
>>
Diperlukan skills dalam menjalankan bisnis yang digeluti. Dalam hal ini
paul memberikan saran bahwa dalam membangun bisnis mulailah dari bisnis
yang kecil, lalu bergerak terus hingga bisa membangun bisnis yang lebih
besar. Hal ini memberikan sebuah pencerahan bahwa pebisnis akan melihat
detail dimana letak peluang, maupun tantangan dari adanya perkembangan
bisnis tadi.
Setelah mengetahui tentang manajemen
kekuangan, perihal yang tak kalah penting yaitu tentang karakter yang
disampaikan oleh Indra Uno. Karakter sangatlah penting bagi pebisnis.
Melalui karakter inipula akan terindikasi kelancaran dari bisinis yang
dijalankan. Dengan karakter yang kuat dari bisnis yang dijalani, maka
investor akan datang dengan sendirinya. Investor dan partnership ini
akan menyokong sebuah bisnis yang dijalankan. Tanpa partnership maka
bisnis tidak jalan sebagaimana mestinya.
Disaat yang
sama, diakhir acara kopdar berbagi juga diadakan penobatan kepada juara
passionpreneur. Sebagaimana dijelaskan oleh Paul selaku dewan juri yang
juga sebagai pembicara dalam talkshow bahwa ada sekitar ribuan lebih
proposal investasi dari jiwa-jiwa muda yang berhasil masuk ke meja
penjurian. “Ada 3500 lebih ide bisnis anak negeri,” tutur Paul.
Namun,
akhirnya terpilihlah 6 finalis yang berhasil membuat keyakinan untuk
dewan juri bahwa 6 finalis tersebut mempunyai kekuatan dalam ide
proposal bisnisnya. Dari keenam finalis yang diundang pada acara
penobatan tersebut, ternyata hanya ada 5 finalis yang hadir yaitu
>>>
Anggia Rahendra megenalkan bisnis berbentuk mobile aplikasi yang
disebut PLUA yaitu mobile aplikasi untuk bisnis. PLUA akan menunjang
aplikasi bisnis seseorang.
>>> Fitri Kumala mengenalkan
bisnis pemberdayaan potensi music dan vokal. Fitri, yang juga ahli
dalam psikologi perkembangan anak, mengenalkan bisnisnya dengan sebutan
Starwannabe. “Edukasi psikologis dan manajemen karir penting untuk
pemeliharaan usaha,” ujar finalis yang berasal dari Surabaya ini.
>>>
Alisya Faraker mengenalkan bisnis bagaimana mengelola sebuah event dan
MC menjadi satu kesatuan yang utuh. Alisya menyebut bisnisnya dengan
sebutan rumah MC. Alisya menjelaskan bahwa dunia MC yang berkaitan erat
dengan public speaking sangat dibutuhkan dalam segala bidang
event yang ada, baik event ceria, maupun event yang lebih khusus yang
formal. Oleh sebab itu perlu adanya pelatihan dan pengembangan karir
melalui rumah MC yang dimilikinya. “One stop service,” pungkas Alisya.
Alisya
melanjutkan bahwa dalam bisnis perlu yang namanya passion. Melalui
passion ini bisa menjadi sebuah lahan untuk mencari uang. “Passion to
action, passion to profit.”
>>> Ignatius Leonardo
menjelaskan tentang bisnisnya yang berorientasi pada lingkungan alam.
Yaitu memberdayakan hasil alam menjadi barang berharga seperti tas,
maupun dompet. Ignatius menamakan bisnisnya dengan sebutan Rumah Kayu.
Meskipun banyak mengambil kayu dari alam, namun Rumah Kayu dalam
menjalankan bisnisnya tanpa menebang pohon, dan melindungi satwa dari
kepunahan. “Produk kulit kayu 100% ecofriendly,” tutur pria yang aktif dalam komunitas pecinta alam.
>>> Rinda menjelaskan tentang usaha bisnisnya dengan ide sebuah bisinis café dengan memiliki sebuah library
dalam café usahanya. Rinda menamakan bisnisnya dengan sebutan Starbook
Café. Starbook café jika dilihat ke belakang mirip pengembangan sebuah
buku novel yang berjudul Coffee Memory, dimana dalam novel ini juga
menjelaskan bahwa sang tokoh yang menyuka coffee mendirikan sebuah café
dengan dihiasi buku-buku untuk dibaca pengunjung. Mirip sekali. Namun,
Rinda menjelaskan kembali bahwa bisnis yang dijalankannya ini lebih
merangkul kepada penduduk sekitar di wilayah Lampung untuk bisa
mengembangkan kopi dengan harga selayaknya. Selain itu para petani kopi
juga diberdayakan mulai dari pengetahuan dan keilmuan tentang
pemberdayaan pertanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar